Kisah 2 Malaikat yang di utus menjadi manusia oleh allah.
ALkisah pada masa Kerajaan BabiLonia kuno, iLmu2 sihir merajaLeLa. Dukun2 santet, iLmu peLet dan Lain2 yang keLasnya mungkin jauh Lebih sakti dari jaman sekarang muncuL dimana2.
Orang2 beriman dan bertaqwa pada waktu itu muLai terdesak oLeh para penganut ajaran setan ini. Dan situasi kerajaan BabiLon pun menjadi resah, karena ahLi2 sihir setan ini muLai meLebarkan pengaruhnya ke istana.
Sementara itu di Langit terjadi insiden, beberapa maLaikat sedang membicarakan mengenai kejahatan dan kerusakan manusia.
Para MaLaikat berkata “Anak-anak Adam itu, Engkau jadikan mereka makhLuk piLihanMu di bumi tetapi mereka mendurhakaiMu”.
ALLah SWT berfirman “Sungguh jika Aku turunkan kamu ke sana dan Aku bentuk kamu seperti pembentukan mereka, niscaya kamu akan meLakukan sebagaimana yang mereka Lakukan juga”.
Para MaLaikat menjawab “Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakaiMu!”.
ALLah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.”
MaLaikat berkata, “Kami Lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam.”
Kepada maLaikat,
ALLah berfirman : “PanggiLLah ke mari dua maLaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kamu dapat meLihat apa yang diLakukan kedua maLaikat itu!”
ALLah berfirman kepada maLaikat, “PiLihLah dua yang termuLia antara kamu!”
MaLaikat menjawab, “Tuhanku, biarLah Harut dan Marut yang meLakukannya.”
Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang meLekat pada manusia (Nafsu syahwat, AkaL, dLL).
Diriwayatkan oLeh Abi Hatim dari Assham Bin Rawwad, dari Adam, dari Abi Ja'far, dari Qais Ubaid, dari Ibnu Abbas r.a.
DemikianLah ALLah menunjukkan kebijaksanaannya. ALLah mengutus 2 dari para maLaikat yang sedang berdiskusi tadi ke bumi dengan dibekaLi hawa nafsu. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas, yaitu mengajarkan manusia pengetahuan iLmu sihir, yang tujuannya adaLah untuk meLawan iLmu-iLmu sihir setan. SekaLigus mengajarkan manusia kebaikan.
Mereka (para setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang maLaikat di negeri BabiL yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebeLum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganLah kamu kafir." Maka mereka mempeLajari dari kedua maLaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. (QS. AL Baqarah:102)
Dan dimuLaiLah misi mereka mengajarkan orang2 di kerajaan BabiLon beberapa pengetahuan iLmu sihir dan cara meLawan iLmu sihir setan.
Singkat cerita, seteLah kedatangan Harut dan Marut maka terjadiLah gerakan perLawanan rakyat terhadap para ahLi sihir setan. Akhirnya para ahLi sihir setan pun berhasiL di kaLahkan dan tersingkir dari BabiLon. Penguasa kerajaan BabiLon kemudian mengumumkan Larangan keras bagi warganya untuk mempeLajari iLmu2 sihir setan Lagi.
Diriwayatkan dari ALi bin Abi ThaLib ra ; kedua maLaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka meLakukan sihir. (aL Jami Li AhkamiL Qur’an juz II haL 472)
Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang teLah dianggap oLeh rakyat sebagai guru besar, penguasa kerajaan BabiLon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan dan harta yang berLimpah.
Namun ternyata kedudukan tinggi dan harta itu perLahan2 muLai membuat hawa nafsu Harut dan Marut menjadi tak terkendaLi. Mereka akhirnya mabuk daLam kenikmatan duniawi dan meLupakan tugas2 mereka sebagai manusia. Dan berakhir dengan sebuah skandaL.
Diriwayatkan oLeh Ibnu Abbas ra:
Dengan kehendak ALLah, LaLu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah). Zahrah pun mendatangi kedua maLaikat itu untuk mengujinya. Kedua maLaikat itu tertarik dengan kecantikan Zahrah hingga timbuLLah keinginan (hasrat) terhadapnya.
Zahrah berkata, “Maukah kamu mengucapkan kaLimat mantera musyrik?”
Kedua maLaikat itu menjawab, “Tidak, demi ALLah, sedikit pun kami tidak mau mempersekutukan ALLah untuk seLama-Lamanya!”
Zahrah meninggaLkan mereka berdua. Beberapa saat kemudian, dia kembaLi Lagi membawa anak keciL. SambiL mendekati kedua maLaikat itu Zahrah berkata, “Bersediakah kamu membunuh anak keciL ini!”
Kedua maLaikat itu menjawab, “Tentu saja tidak, demi ALLah seLamanya aku tidak akan membunuhnya!”
Zahrah meninggaLkan mereka dan datang sambiL membawa segeLas arak. SeteLah merayu mereka, akhirnya Zahrah berkata, “Aku tidak akan mengikuti kamu, sebeLum kamu berdua minum arak ini!”
Akhirnya kedua maLaikat itu meminumnya hingga mabuk dan kemudian mereka berzina dengan Zahrah sebeLum akhirnya membunuh anak keciL itu, dan mengucapkan kaLimat musyrik.
Singkat cerita, beberapa hari seteLah terjadinya skandaL ini, datangLah MaLaikat JibriL dari Langit memberitahu Harut dan Marut bahwa masa tugas mereka teLah berakhir. Dan Mereka dipanggiL kembaLi ke Langit untuk meLapor. Betapa kagetnya Harut dan Marut, karena saat itu juga ingatan mereka sebagai maLaikat teLah kembaLi.
Diriwayatkan oLeh MakhuL, dari Mu’adz,
Maka datangLah dari sisi ALLah maLaikat JibriL kepada mereka. Pada saat JibriL datang, Harut dan Marut menangis dan JibriL ikut menangis sambiL berkata, “Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kaLian sampai hanyut seperti ini?”
Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut kembaLi ke Langit untuk meLaporkan tugas mereka kepada ALLah.
Maka disaksikan para maLaikat yang Lain, Harut dan Marut meLaporkan tugas2 nya sebagai manusia, yang berakhir dengan skandaL dosa. Saat itu juga seLuruh maLaikat bertasbih dan beristighfar kepada ALLah. Karena mereka menyadari betapa tidak mudahnya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia2 baik yang tidak Layak di azab.
Akhirnya ALLah menutup sidang itu dengan menawarkan pada Harut dan Marut piLihan: Ingin di azab di dunia, atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja Langsung memiLih di azab di dunia.
Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung dengan keadaan kaki di atas dan kepaLa di bawah. Pernah ada seorang wanita tua dari wiLayah sekitar BabiLon yang meLaporkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa dia teLah meLihat dua orang maLaikat ini di sebuah sumur tua di gurun wiLayah BabiLon.
Dan mereka itu (ahLi sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuaLi dengan izin ALLah. Dan mereka mempeLajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka teLah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (KitabuLLah) dengan sihir itu, tiadaLah baginya keuntungan diakhirat, dan amat jahatLah perbuatan mereka menjuaL dirinya sendiri dengan sihir, kaLau mereka mengetahui. (QS AL-Baqarah: 102)
Riwayat ini sebagiannya berdasarkan Hikayat. Hanya ALLah yang mengetahui kejadian yg sebenarnya. WaLLahu A'Lam Bish shawab.
Sumber : https://www.facebook.com/pages/Expost-Xiipa2-Sma-Negeri-1-Cilimus/518016154957701
CitCuit.Blogku
SMA NEGERI 1 CILIMUS
Kamis, 03 Oktober 2013
Rabu, 15 Mei 2013
Hakikat Teori Evolusi Darwin
Di jaman ini, sejumLah kaLangan
berpandangan bahwa teori evoLusi yang dirumuskan oLeh CharLes Darwin tidakLah
bertentangan dengan agama. Ada juga yang sebenarnya tidak meyakini teori
evoLusi tersebut akan tetapi masih juga ikut andiL daLam mengajarkan dan menyebarLuaskannya.
HaL ini tidak akan terjadi seandainya mereka benar-benar memahami teori
tersebut. Ini adaLah akibat ketidakmampuan daLam memahami dogma utama
Darwinisme, termasuk pandangan paLing berbahaya dari teori tersebut yang
diindoktrinasikan kepada masyarakat. OLeh karenanya, bagi mereka yang beriman
akan adanya ALLAH sebagai satu-satunya Pencipta makhLuk hidup, namun pada saat
yang sama berpandangan bahwa "ALLAH menciptakan beragam makhLuk hidup
meLaLui proses evoLusi," hendakLah mempeLajari kembaLi dogma dasar teori
tersebut. TuLisan ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beriman akan tetapi
saLah daLam memahami teori evoLusi. Di sini diuraikan sejumLah penjeLasan
iLmiah dan Logis yang penting yang menunjukkan mengapa teori evoLusi tidak sesuai
dengan IsLam dan fakta adanya penciptaan.
Dogma dasar Darwinisme menyatakan bahwa
makhLuk hidup muncuL menjadi ada dengan sendirinya secara spontan sebagai
akibat peristiwa kebetuLan. Pandangan ini sama sekaLi bertentangan dengan
keyakinan terhadap adanya penciptaan aLam oLeh ALLAH.
KesaLahan terbesar dari mereka yang
meyakini bahwa teori evoLusi tidak bertentangan dengan fakta penciptaan adaLah
anggapan bahwa teori evoLusi adaLah sekedar pernyataan bahwa makhLuk hidup
muncuL menjadi ada meLaLui proses evoLusi dari satu bentuk ke bentuk yang Lain.
OLeh karenanya, mereka mengatakan: "Bukankah tidak ada saLahnya jika ALLAH
menciptakan semua makhLuk hidup meLaLui proses evoLusi dari bentuk yang satu ke
bentuk yang Lain; apa saLahnya menoLak haL ini?" Akan tetapi, sebenarnya
terdapat haL yang sangat mendasar yang teLah diabaikan: perbedaan mendasar
antara para pendukung evoLusi (=evoLusionis) dan pendukung penciptaan
(=kreasionis) bukanLah terLetak pada pertanyaan apakah "makhLuk hidup
muncuL masing-masing secara terpisah atau meLaLui proses evoLusi dari bentuk
satu ke bentuk yang Lain. Pertanyaan yang pokok adaLah "apakah makhLuk
hidup muncuL menjadi ada dengan sendirinya secara kebetuLan akibat rentetan
peristiwa aLam, atau apakah makhLuk hidup tersebut diciptakan secara
sengaja?"
Teori evoLusi, sebagaimana yang diketahui,
mengkLaim bahwa senyawa-senyawa kimia inorganik dengan sendirinya datang
bersama-sama pada suatu tempat dan waktu secara kebetuLan dan sebagai akibat
dari fenomena aLam yang terjadi secara acak. MuLa-muLa senyawa-senyawa ini
membentuk moLekuL pembentuk kehidupan, seterusnya terjadi rentetan peristiwa
yang pada akhirnya membentuk kehidupan.
OLeh sebab itu, pada intinya anggapan ini
menerima waktu, materi tak hidup dan unsur kebetuLan sebagai kekuatan yang
memiLiki daya cipta.
Orang biasa yang sempat membaca dan
mengerti Literatur teori evoLusi, paham bahwa iniLah yang menjadi dasar kLaim
kaum evoLusionis.
Tidak mengherankan jika Pierre PauL
Grassé, seorang iLmuwan evoLusionis, mengakui evoLusi sebagai teori yang tidak
masuk akaL. Dia mengatakan apa arti dari konsep "kebetuLan" bagi para
evoLusionis:
…'[Konsep] kebetuLan' seoLah
teLah menjadi sumber keyakinan [yang sangat dipercayai] di bawah kedok ateisme.
Konsep yang tidak diberi nama ini secara diam-diam teLah disembah. (Pierre PauL
Grassé, EvoLution of Living Organisms, New York, Academic Press, 1977, p.107)
Akan tetapi pernyataan bahwa kehidupan
adaLah produk samping yang terjadi secara kebetuLan dari senyawa yang terbentuk
meLaLui proses yang meLibatkan waktu, materi dan peristiwa kebetuLan, adaLah
pernyataan yang tidak masuk akaL dan tidak dapat diterima oLeh mereka yang
beriman akan adanya ALLAH sebagai satu-satunya Pencipta seLuruh makhLuk hidup.
Kaum mukmin sudah sepatutnya merasa bertanggung jawab untuk menyeLamatkan
masyarakat dari kepercayaan yang saLah dan menyesatkan ini; serta mengingatkan
akan bahayanya.
Pernyataan tentang
"adanya kebetuLan" yang dikemukakan teori evoLusi dibantah oLeh iLmu
pengetahuan
Fakta Lain yang patut mendapat perhatian
khusus daLam haL ini adaLah bahwa berbagai penemuan iLmiah ternyata maLah sama
sekaLi bertentangan dengan kLaim-kLaim kaum evoLusionis yang mengatakan bahwa
"kehidupan muncuL sebagai akibat dari serentetan peristiwa kebetuLan dan
fenomena aLamiah." Ini dikarenakan daLam kehidupan terdapat banyak sekaLi
contoh adanya rancangan (design)
yang disengaja dengan bentuk yang sangat rumit dan teLah sempurna. Bahkan seL
pembentuk suatu makhLuk hidup memiLiki rancangan yang sangat menakjubkan yang
dengan teLak mematahkan konsep "kebetuLan."
Perancangan dan perencanaan yang Luar
biasa daLam kehidupan ini sudah pasti merupakan tanda-tanda penciptaan ALLAH
yang khas dan tak tertandingi, serta iLmu dan kekuasaan-Nya yang Tak Terhingga.
Usaha para evoLusionis untuk menjeLaskan
asaL-usuL kehidupan dengan menggunakan konsep kebetuLan teLah dibantah oLeh
iLmu pengetahuan abad 20. Bahkan kini, di abad 21, mereka teLah mengaLami
kekaLahan teLak. (SiLahkan baca buku BLunders of EvoLutionists,
karya Harun Yahya, terbitan VuraL PubLishing). Jadi, aLasan mengapa mereka
tetap saja menoLak adanya penciptaan oLeh ALLAH kendatipun teLah meLihat fakta
ini adaLah adanya keyakinan buta terhadap atheisme.
ALLAH tidak menciptakan
makhLuk hidup meLaLui proses evoLusi
OLeh karena fakta yang menunjukkan adanya
penciptaan atau rancangan yang disengaja pada kehidupan adaLah nyata,
satu-satunya pertanyaan yang masih tersisa adaLah "meLaLui proses yang
bagaimanakah makhLuk hidup diciptakan." Di siniLah Letak kesaLahpamahaman
yang terjadi di kaLangan sejumLah kaum mukmin. Logika keLiru yang mengatakan
bahwa "MakhLuk hidup mungkin saja diciptakan meLaLui proses evoLusi dari
satu bentuk ke bentuk Lain" sebenarnya masih berkaitan dengan bagaimana
proses terjadinya penciptaan makhLuk hidup berLangsung.
Sungguh, jika ALLAH menghendaki, Dia bisa
saja menciptakan makhLuk hidup meLaLui proses evoLusi yang berawaL dari sebuah
ketiadaan sebagaimana pernyataan di atas. Dan oLeh karena iLmu pengetahuan
teLah membuktikan bahwa makhLuk hidup berevoLusi dari satu bentuk ke bentuk
yang Lain, kita bisa mengatakan bahwa, "ALLAH menciptakan kehidupan
meLaLui proses evoLusi." MisaLnya, jika terdapat bukti bahwa reptiL
berevoLusi menjadi burung, maka dapat kita katakan,"ALLAH merubah reptiL
menjadi burung dengan perintah-Nya "Kun (JadiLah)!".
Sehingga pada akhirnya kedua makhLuk hidup
ini masing-masing memiLiLiki tubuh yang dipenuhi oLeh contoh-contoh rancangan
yang sempurna yang tidak dapat dijeLaskan dengan konsep kebetuLan. Perubahan
rancangan ini dari satu bentuk ke bentuk yang Lain - jika haL ini memang
benar-benar terjadi - akan sudah barang tentu bukti Lain yang menunjukkan
penciptaan.
Akan tetapi, yang terjadi ternyata bukan
yang demikian. Bukti-bukti iLmiah (terutama catatan fosiL dan anatomi
perbandingan) justru menunjukkan haL yang sebaLiknya: tidak dijumpai satu pun
bukti di bumi yang menunjukkan proses evoLusi pernah terjadi. Catatan fosiL
dengan jeLas menunjukkan bahwa spesies makhLuk hidup yang berbeda tidak muncuL
di muka bumi dengan cara saLing berevoLusi dari satu spesies ke spesies yang
Lain. Tidak ada perubahan bentuk sedikit demi sedikit dari makhLuk hidup yang
satu ke makhLuk hidup yang Lain daLam jangka waktu yang Lama. SebaLiknya,
spesies makhLuk hidup yang berbeda satu sama Lain muncuL secara serentak dan
tiba-tiba daLam bentuknya yang teLah sempurna tanpa didahuLui oLeh nenek moyang
yang mirip dengan bentuk-bentuk mereka. Burung bukanLah hasiL evoLusi dari
reptiL, dan ikan tidak berevoLusi menjadi hewan darat. Tiap-tiap fiLum makhLuk
hidup diciptakan masing-masing secara terpisah dengan ciri-cirinya yang khas.
Bahkan para evoLusionis yang paLing terkemuka sekaLipun teLah terpaksa menerima
kenyataan tersebut dan mengakui bahwa haL ini membuktikan adanya fakta penciptaan.
MisaLnya, seorang ahLi paLaentoLogi yang juga seorang evoLusionis, Mark
Czarnecki mengaku sebagaimana berikut:
MasaLah utama yang menjadi
kendaLa daLam pembuktian teori evoLusi adaLah catatan fosiL; yakni sisa-sisa
peninggaLan spesies punah yang terawetkan daLam Lapisan-Lapisan geoLogis Bumi.
Catatan [fosiL] ini beLum pernah menunjukkan bukti-bukti adanya bentuk-bentuk
transisi antara yang diramaLkan Darwin - sebaLiknya spesies [makhLuk hidup]
muncuL dan punah secara tiba-tiba, dan keanehan ini teLah memperkuat
argumentasi kreasionis [=mereka yang mendukung penciptaan] yang mengatakan
bahwa tiap spesies diciptakan oLeh Tuhan. (Mark Czarnecki, "The RevivaL of
the Creationist Crusade",MacLean's, 19 Januari 1981, haL. 56)
Khususnya seLama Lima puLuh tahun
terakhir, perkembangan di berbagai bidang iLmu pengetahuan seperti
paLaentoLogi, mikrobioLogi, genetika dan anatomi perbandingan, dan berbagai
penemuan menunjukkan bahwa teori evoLusi tidak Lah benar. SebaLiknya makhLuk
hidup muncuL di muka bumi secara tiba-tiba daLam bentuknya yang teLah beraneka
ragam dan sempurna. OLeh karena itu, tidak ada aLasan untuk mengatakan bahwa
ALLAH menggunakan proses evoLusi daLam penciptaan. ALLAH teLah menciptakan
setiap makhLuk hidup masing-masing secara khusus dan terpisah, dan pada saat
yang sama, dengan perintah-Nya "Kun (JadiLah)!" Dan ini adaLah sebuah
fakta yang nyata dan pasti.
KesimpuLan
Sungguh sangat penting bagi orang-orang
yang beriman untuk senantiasa waspada dan berhati-hati terhadap sistem ideoLogi
yang ditujukan untuk meLawan ALLAH dan din-Nya. SeLama 150 tahun, teori evoLusi
atau Darwinisme teLah menjadi daLiL serta Landasan berpijak bagi semua ideoLogi
anti agama yang teLah menyebabkan tragedi bagi kemanusiaan seperti fasisme,
komunisme dan imperiaLisme; serta meLegitimasi berbagai tindak kedzaLiman tak
berperikemanusiaan oLeh mereka yang mengadopsi berbagai fiLsafat ini. OLeh
karenanya, tidak sepatutnya kenyataan dan tujuan yang sesungguhnya dari teori
ini diabaikan begitu saja. Bagi setiap orang yang mengaku musLim, ia memiLiki
tanggung jawab utama daLam membuktikan kebohongan setiap ideoLogi anti agama
yang menoLak keberadaan ALLAH dengan perjuangan pemikiran daLam rangka
menghancurkan kebatiLan dan menyeLamatkan masyarakat dari bahayanya.
sumber : harun yahya
Rabu, 08 Mei 2013
Galau
GALAU
Allah menciptakan penyakit baru pada jaman sekarang..
yaitu GALAU.. mengapa ada penyakit tsb.. di karenakan mereka tidak dekat kepada allah.. atau terlalu memikirkan duniawi.. sedangkan rohani tidak di isi..
Contoh ketika kita :
SD : Sewaktu SD kita sering berangkat mengaji dan pergi mushola/masjid..
SMP : Sudah tidak berangkat mengaji ke tempat pengajian dikarenakan gengsi...
SMA : Sudah tidak mau pergi ke mushola/masjid dikarenakan gengsi juga...
Bedakan ketika kita SD, SMP , SMA ketika mempunyai masalah.. so anda bisa menilai..
Allah menciptakan penyakit baru pada jaman sekarang..
yaitu GALAU.. mengapa ada penyakit tsb.. di karenakan mereka tidak dekat kepada allah.. atau terlalu memikirkan duniawi.. sedangkan rohani tidak di isi..
Contoh ketika kita :
SD : Sewaktu SD kita sering berangkat mengaji dan pergi mushola/masjid..
SMP : Sudah tidak berangkat mengaji ke tempat pengajian dikarenakan gengsi...
SMA : Sudah tidak mau pergi ke mushola/masjid dikarenakan gengsi juga...
Bedakan ketika kita SD, SMP , SMA ketika mempunyai masalah.. so anda bisa menilai..
Puisi Anak Negeri Created by PLUTO (X.1) 2012/2013 SMAN 1 CILIMUS
Sebuah Puisi Persembahan anak Negeri
* Aku terperosok kedalam lembah hatimu yang sunyi
* Namun, maaf ku tlah terbang bersama jiwa yang lain
* meskipun benteng didepan mata, kan ku dobrak tuk mendapatkan tambatan hatiku
* sampai kapanpun ku tak bisa membalas rindu ini, hatiku hanyalah miliknya
* hatiku tetap untukmu walau kau memilihnya
* mungkin bukan saat ini kau berada dilembah hatiku, karena aku hanya memiliki sekeping hati
* kan kutunggu kehadiranmu sampai raga tak bernyawa lagi
* akan kah kau menanti walau dunia berakhir?
* sekalipun dunia hancur ku kan tetap menunggumu
* andaikan lembah hatiku kosong, ku tak berjanji tuk terbang bersamamu
TERBANG TANPA SAYAP
Karya : PLUTO (X.1)
* Aku terperosok kedalam lembah hatimu yang sunyi
* Namun, maaf ku tlah terbang bersama jiwa yang lain
* meskipun benteng didepan mata, kan ku dobrak tuk mendapatkan tambatan hatiku
* sampai kapanpun ku tak bisa membalas rindu ini, hatiku hanyalah miliknya
* hatiku tetap untukmu walau kau memilihnya
* mungkin bukan saat ini kau berada dilembah hatiku, karena aku hanya memiliki sekeping hati
* kan kutunggu kehadiranmu sampai raga tak bernyawa lagi
* akan kah kau menanti walau dunia berakhir?
* sekalipun dunia hancur ku kan tetap menunggumu
* andaikan lembah hatiku kosong, ku tak berjanji tuk terbang bersamamu
Kesesatan atas nama agama
KESESATAN ATAS NAMA AGAMA
Kalangan Liberal di Indonesia belum punya nyali untuk menyatakan diri sebagai Liberal Sejati, tanpa membawa "embel-embel" agama. Kata "Islam" dan "Muslim" acap kali mereka gandengkan dengan kata "Liberal", baik untuk nama forum atau pun kajian, bahkan buat identitas kelompok. Kaum Liberal tahu betul bahwa tanpa label "Islam", dagangan pemikiran sesat mereka tidak akan laku di tengah negeri yang berpenduduk mayoritas muslim beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama'ah ini. Jangankan orang beli, tengok pun tidak sudi.
Aneka barang "loak" pemikiran yang mereka jual selalu dibungkus dengan nama agama, dikemas dengan dalil agama, dan dihiasi dengan berbagai pendapat kalangan ulama yang sudah mereka pelintir. Pelbagai simbol dan jargon agama pun selalu mereka gunakan tanpa punya rasa malu, untuk mengelabui umat yang masih polos dan lugu.
Di zaman Sayyidina Ali RA, kaum Khawarij menggunakan ayat Al-Qur'an dan Hadits untuk pembenaran pembangkangan mereka terhadap Khalifah, bahkan untuk pengkafiran kaum muslimin yang tidak sepaham dengan mereka dan penghalalan darah mereka. Menyikapi hal tersebut, Sayyidina Ali KRW melontarkan ucapannya yang masyhur, yaitu : "Kalimatu Haqqin Yuroodu Bihaa Baathil" artinya "Kalimat Haq yang dimaksudkan (disalah-gunakan) untuk kebathilan." Manhaj Khawarij menjadi inspirasi bagi Liberal, bahkan Liberal lebih parah dari pada Khawarij, karena Liberal terlalu nekat mengkritik, memprotes, menentang dan membangkang terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW, sesuatu yang tidak berani dilakukan Khawarij.
LIBERAL DAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN
Kaum Liberal punya tafsir sendiri tentang "Islam Rahmatan Lil Alamin". Menurut Liberal bahwa Islam sebagai agama yang "Rahmatan Lil Alamin" harus menebar kasih sayang kepada semua umat beragama dengan segala keyakinannya tanpa ada batasan mau pun sekat.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal menekankan bahwasanya umat Islam perlu ikut merayakan Hari-Hari Besar semua agama, sehingga melahirkan kasih sayang dalam keharmonisan hubungan antar umat beragama. Keikut-sertaan umat Islam dalam perayaan Hari-Hari Besar umat agama lain tidak hanya sebatas menjaga kondusivitas agar umat agama lain aman dan tenang dalam merayakan Hari Besar mereka, tapi juga harus ikut secara aktif dalam perayaan tersebut. Tidak cukup juga hanya dengan mengucapkan selamat, tapi juga harus berperan serta dalam menghidupkan perayaan tersebut, seperti saling tukar hadiah, menyanyikan lagu-lagu rohani, hingga doa bersama di rumah ibadah umat agama lain.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", bagi Liberal sangat baik dan bagus, jika saat "Natal" para pegawai muslim di berbagai perusahaan di Tanah Air secara suka rela memakai topi "Sinterklas" dalam tugasnya atau memasang "Pohon Natal" di ruang kerjanya. Dan saat "Imlek", masyarakat muslim juga harus rela untuk memasang lentera / lampion di perkampungan mereka, serta harus rela juga di "Barongsai" kan. Lalu saat "Nyepi" umat Islam mesti rela untuk tidak mengumandangkan azan, bahkan wajib rela untuk ikut memadamkan lampu / pelita di dalam rumahnya sendiri sekali pun.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal mengkampanyekan kepada umat Islam agar mengakui bahwasanya semua agama benar, dan semuanya pasti masuk surga. Dan umat Islam harus menerima "kenyataan" bahwasanya Islam hanya merupakan "salah satu" jalan dari sekian banyak jalan menuju surga. Karenanya, umat Islam harus meyakini bahwa Muhammad, Yesus, Budha, Brahma, Khonghuchu, dan manusia yang disucikan oleh semua agama sedang menunggu umatnya masing-masing di pintu surga. Dengan demikian, tidak perlu lagi umat Islam mengklaim agamanya yang paling benar atau mengkritisi agama lain, apalagi berda'wah mengajak umat agama lain untuk masuk ke dalam Islam. Dan semua ayat Al-Qur'an mau pun Hadits tentang orang-orang "kafir" dianggap oleh kaum Liberal sebagai sesuatu yang "diskriminatif" dan juga sudah "out of date", sehingga tafsirnya juga harus dimodernkan.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal menegaskan bahwasanya umat Islam mesti menerima Sistem Demokrasi Barat agar "diridhoi" masyarakat Internasional, sehingga harus secara suka rela meninggalkan penerapan syariatnya. Mereka menekankan bahwasanya umat Islam harus tunduk kepada "Suara Rakyat", karena suara rakyat adalah "Suara Tuhan", sehingga semua produk hukum demokrasi yang bersumber dari suara rakyat pasti benar, walau pun bertentangan dengan syariat. Bagi kaum Liberal, bukan zamannya lagi umat Islam "ngotot" menerapkan syariat Islam, apalagi dalam masyarakat heterogen. Dan bukan zamannya lagi, umat Islam menolak kepemimpinan non muslim. Demi perdamaian dunia, umat Islam harus mengedepankan "Kepentingan Internasional" dari pada kepentingan agamanya. Bahkan umat Islam harus selalu "Husnu Zhonn" kepada pihak Barat sebagai bukti Islam merupakan agama yang "Rahmatan Lil Alamin".
TAFSIR JALALAIN DAN TAFSIR JALANLAIN
Demikianlah, kaum Liberal dalam penafsirannya tentang "Rahmatan Lil Alamin" tidak lagi menggunakan tafsir Ulama Salaf mau pun Khalaf, bahkan tafsir sepopuler "Tafsir Jalalain" pun yang singkat padat dan ringkas jelas serta mu'tabar, tidak mereka tengok, karena mereka asyik dengan "Tafsir Jalanlain" yang serbah aneh dan menyesatkan.
Kaum Liberal tidak peduli dengan firman Allah SWT yang dengan tegas menyatakan bahwasanya agama yang ada di sisi Allah SWT adalah Islam dan bahwasanya agama yang diterima Allah SWT hanya Islam, sehingga barang siapa yang mencari dan memilih agama selain Islam maka tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya SWT dalam QS.3.Aali 'Imraan : 19 dan 85. Kaum Liberal telah "Tuli" terhadap firman Allah SWT dalam QS.5.Al-Maa-idah : 3 yang menegaskan bahwa agama Islam telah sempurna dan merupakan agama yang diridhoi Allah SWT, sehingga tidak boleh dikurangi atau ditambah-tambah, atau pun dirubah.
Kaum Liberal juga telah "Bisu" terhadap firman Allah SWT yang melarang pencampur-adukan antara yang Haq dan Bathil sebagaimana termaktub dalam QS.2.Al-Baqarah : 42. Serta kaum Liberal pun telah "Buta" dari petunjuk Allah SWT tentang agama Islam yang tidak boleh dicampur-adukan dengan agama lain sebagaimana tertuang dalam QS.109.Al-Kafirun 1-6.
Kaum Liberal sungguh telah "Bisu Tuli Buta" terhadap firman Allah SWT dalam berbagai surat Al-Qur'an tentang agama Islam sebagai agama para Nabi dan Rasul sejak Adam AS hingga Muhammad SAW. QS.10.Yunus : 71-72 menceritakan bahwa Nabi Nuh AS dan pengikutnya beragama Islam. QS.22.Al-Hajj : 78 menyatakan bahwa Allah SWT menamakan umat Nabi Ibrahim AS sebagai muslimin. QS.3.Aali 'Imraan : 67 menegaskan bahwa Nabi Ibrahim AS bukan Yahudi atau pun Nashrani apalagi Musyrik, melainkan seorang muslim yang lurus. QS.2.Al-Baqarah : 128 memaparkan tentang doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuk dirinya dan keturunannya agar dijadikan sebagai kaum muslimin. QS.2.Al-Baqarah 132-133 menceritakan tentang agama para Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan Yusuf, 'alaihimis salaam, adalah Islam. QS.10.Yunus : 84 dan QS.7.Al-A'raaf : 125-126 mengabarkan bahwa Nabi Musa AS dan pengikutnya beragama Islam. QS.27.An-Naml : 15-44 menginformasikan bahwa Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS beserta umatnya memeluk agama Islam. QS.5.Al-Maa-idah : 111 menyebutkan pernyataan Nabi 'Isa AS tentang agama yang dianutnya adalah Islam.
Apalagi terhadap kewajiban penerapan Hukum Allah SWT, kaum Liberal tidak peduli sama sekali dengan dalih "substansialistis" yaitu cukup ambil maknanya saja. Padahal, QS.5.Al-Maa-idah 44 - 51 sangat jelas memaparkan petunjuk ilahi tentang kewajiban tersebut. Dalam ayat 44 dan 45, Allah SWT menginformasikan tentang umat Nabi Musa AS yang berkewajiban menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Taurat. Dan dalam ayat 46 dan 47, Allah SWT menginformasikan tentang umat Nabi 'Isa AS yang berkewajiban menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Injil. Sedang dalam ayat 48 dan 49, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Ada pun ayat 50, merupakan teguran keras Allah SWT terhadap mereka yang berpaling dari pada Hukum Allah SWT, sekaligus pernyataan ilahi bahwasanya tidak ada hukum siapa pun yang lebih baik dari pada Hukum Allah SWT. Lalu ayat 51, berisi larangan mengangkat orang kafir sebagai pemimpin orang beriman.
Berkaitan dengan ayat-ayat tersebut, Asy-Syahid Sayyid Quthb dalam tafsir "Fii Zhilal Al-Qur'an" juz 6 hal.901 menyatakan : "Kafir karena menolak ketuhanan Allah yang tercermin dalam penolakan Syariah-Nya. Dan Zalim karena membawa manusia kepada selain Syariah Allah, dan menyebar kerusakan dalam kehidupan mereka. Serta Fasiq karena sudah keluar dari aturan Allah dan mengikut selain jalan-Nya." DR. mushthofa Al-Khin dan Syeikh Muhyiddin Daib Mastu dalam kitab "Al-'Aqidah Al-Islamiyyah" hal.581 menuliskan :
"Sesungguhnya hukum atas orang yang tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah dengan Kekafiran, Kezaliman dan Kefasiqan, hanyalah berlaku atas para pengingkar terhadap kekuasaan ilahi dalam pembuatan hukum, atau para penghina terhadap kekuasaan hukum ilahi itu." Di Indonesia, Prof. Hamka dalam tafsir "Al-Azhar" juz 2 hal.263 menyatakan : "Dan Kufur, Zhulm dan Fasiqlah kita kalau kita percaya bahwa ada hukum lain yang lebih baik dari pada Hukum Allah." Dan Prof. DR. Quraisy Syihab dalam tafsir "Al-Misbah" juz 3 hal. 106 menyatakan : "Betapa pun, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa ayat ini menegaskan bahwa siapa pun - tanpa kecuali - jika melecehkan hukum-hukum Allah atau enggan menerapkannya karena tidak mengakuinya, maka dia adalah kafir, yakni keluar dari agama Islam."
Sungguh kaum Liberal telah "Shummun Bukmun 'Umyun" dari ajaran agama Islam yang benar. Na'udzu billaahi min dzaalik.
LIBERAL DAN ISLAM ANTI KEKERASAN
Kalangan Liberal di Indonesia belum punya nyali untuk menyatakan diri sebagai Liberal Sejati, tanpa membawa "embel-embel" agama. Kata "Islam" dan "Muslim" acap kali mereka gandengkan dengan kata "Liberal", baik untuk nama forum atau pun kajian, bahkan buat identitas kelompok. Kaum Liberal tahu betul bahwa tanpa label "Islam", dagangan pemikiran sesat mereka tidak akan laku di tengah negeri yang berpenduduk mayoritas muslim beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama'ah ini. Jangankan orang beli, tengok pun tidak sudi.
Aneka barang "loak" pemikiran yang mereka jual selalu dibungkus dengan nama agama, dikemas dengan dalil agama, dan dihiasi dengan berbagai pendapat kalangan ulama yang sudah mereka pelintir. Pelbagai simbol dan jargon agama pun selalu mereka gunakan tanpa punya rasa malu, untuk mengelabui umat yang masih polos dan lugu.
Di zaman Sayyidina Ali RA, kaum Khawarij menggunakan ayat Al-Qur'an dan Hadits untuk pembenaran pembangkangan mereka terhadap Khalifah, bahkan untuk pengkafiran kaum muslimin yang tidak sepaham dengan mereka dan penghalalan darah mereka. Menyikapi hal tersebut, Sayyidina Ali KRW melontarkan ucapannya yang masyhur, yaitu : "Kalimatu Haqqin Yuroodu Bihaa Baathil" artinya "Kalimat Haq yang dimaksudkan (disalah-gunakan) untuk kebathilan." Manhaj Khawarij menjadi inspirasi bagi Liberal, bahkan Liberal lebih parah dari pada Khawarij, karena Liberal terlalu nekat mengkritik, memprotes, menentang dan membangkang terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW, sesuatu yang tidak berani dilakukan Khawarij.
LIBERAL DAN ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN
Kaum Liberal punya tafsir sendiri tentang "Islam Rahmatan Lil Alamin". Menurut Liberal bahwa Islam sebagai agama yang "Rahmatan Lil Alamin" harus menebar kasih sayang kepada semua umat beragama dengan segala keyakinannya tanpa ada batasan mau pun sekat.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal menekankan bahwasanya umat Islam perlu ikut merayakan Hari-Hari Besar semua agama, sehingga melahirkan kasih sayang dalam keharmonisan hubungan antar umat beragama. Keikut-sertaan umat Islam dalam perayaan Hari-Hari Besar umat agama lain tidak hanya sebatas menjaga kondusivitas agar umat agama lain aman dan tenang dalam merayakan Hari Besar mereka, tapi juga harus ikut secara aktif dalam perayaan tersebut. Tidak cukup juga hanya dengan mengucapkan selamat, tapi juga harus berperan serta dalam menghidupkan perayaan tersebut, seperti saling tukar hadiah, menyanyikan lagu-lagu rohani, hingga doa bersama di rumah ibadah umat agama lain.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", bagi Liberal sangat baik dan bagus, jika saat "Natal" para pegawai muslim di berbagai perusahaan di Tanah Air secara suka rela memakai topi "Sinterklas" dalam tugasnya atau memasang "Pohon Natal" di ruang kerjanya. Dan saat "Imlek", masyarakat muslim juga harus rela untuk memasang lentera / lampion di perkampungan mereka, serta harus rela juga di "Barongsai" kan. Lalu saat "Nyepi" umat Islam mesti rela untuk tidak mengumandangkan azan, bahkan wajib rela untuk ikut memadamkan lampu / pelita di dalam rumahnya sendiri sekali pun.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal mengkampanyekan kepada umat Islam agar mengakui bahwasanya semua agama benar, dan semuanya pasti masuk surga. Dan umat Islam harus menerima "kenyataan" bahwasanya Islam hanya merupakan "salah satu" jalan dari sekian banyak jalan menuju surga. Karenanya, umat Islam harus meyakini bahwa Muhammad, Yesus, Budha, Brahma, Khonghuchu, dan manusia yang disucikan oleh semua agama sedang menunggu umatnya masing-masing di pintu surga. Dengan demikian, tidak perlu lagi umat Islam mengklaim agamanya yang paling benar atau mengkritisi agama lain, apalagi berda'wah mengajak umat agama lain untuk masuk ke dalam Islam. Dan semua ayat Al-Qur'an mau pun Hadits tentang orang-orang "kafir" dianggap oleh kaum Liberal sebagai sesuatu yang "diskriminatif" dan juga sudah "out of date", sehingga tafsirnya juga harus dimodernkan.
Atas nama "Rahmatan Lil Alamin", kaum Liberal menegaskan bahwasanya umat Islam mesti menerima Sistem Demokrasi Barat agar "diridhoi" masyarakat Internasional, sehingga harus secara suka rela meninggalkan penerapan syariatnya. Mereka menekankan bahwasanya umat Islam harus tunduk kepada "Suara Rakyat", karena suara rakyat adalah "Suara Tuhan", sehingga semua produk hukum demokrasi yang bersumber dari suara rakyat pasti benar, walau pun bertentangan dengan syariat. Bagi kaum Liberal, bukan zamannya lagi umat Islam "ngotot" menerapkan syariat Islam, apalagi dalam masyarakat heterogen. Dan bukan zamannya lagi, umat Islam menolak kepemimpinan non muslim. Demi perdamaian dunia, umat Islam harus mengedepankan "Kepentingan Internasional" dari pada kepentingan agamanya. Bahkan umat Islam harus selalu "Husnu Zhonn" kepada pihak Barat sebagai bukti Islam merupakan agama yang "Rahmatan Lil Alamin".
TAFSIR JALALAIN DAN TAFSIR JALANLAIN
Demikianlah, kaum Liberal dalam penafsirannya tentang "Rahmatan Lil Alamin" tidak lagi menggunakan tafsir Ulama Salaf mau pun Khalaf, bahkan tafsir sepopuler "Tafsir Jalalain" pun yang singkat padat dan ringkas jelas serta mu'tabar, tidak mereka tengok, karena mereka asyik dengan "Tafsir Jalanlain" yang serbah aneh dan menyesatkan.
Kaum Liberal tidak peduli dengan firman Allah SWT yang dengan tegas menyatakan bahwasanya agama yang ada di sisi Allah SWT adalah Islam dan bahwasanya agama yang diterima Allah SWT hanya Islam, sehingga barang siapa yang mencari dan memilih agama selain Islam maka tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya SWT dalam QS.3.Aali 'Imraan : 19 dan 85. Kaum Liberal telah "Tuli" terhadap firman Allah SWT dalam QS.5.Al-Maa-idah : 3 yang menegaskan bahwa agama Islam telah sempurna dan merupakan agama yang diridhoi Allah SWT, sehingga tidak boleh dikurangi atau ditambah-tambah, atau pun dirubah.
Kaum Liberal juga telah "Bisu" terhadap firman Allah SWT yang melarang pencampur-adukan antara yang Haq dan Bathil sebagaimana termaktub dalam QS.2.Al-Baqarah : 42. Serta kaum Liberal pun telah "Buta" dari petunjuk Allah SWT tentang agama Islam yang tidak boleh dicampur-adukan dengan agama lain sebagaimana tertuang dalam QS.109.Al-Kafirun 1-6.
Kaum Liberal sungguh telah "Bisu Tuli Buta" terhadap firman Allah SWT dalam berbagai surat Al-Qur'an tentang agama Islam sebagai agama para Nabi dan Rasul sejak Adam AS hingga Muhammad SAW. QS.10.Yunus : 71-72 menceritakan bahwa Nabi Nuh AS dan pengikutnya beragama Islam. QS.22.Al-Hajj : 78 menyatakan bahwa Allah SWT menamakan umat Nabi Ibrahim AS sebagai muslimin. QS.3.Aali 'Imraan : 67 menegaskan bahwa Nabi Ibrahim AS bukan Yahudi atau pun Nashrani apalagi Musyrik, melainkan seorang muslim yang lurus. QS.2.Al-Baqarah : 128 memaparkan tentang doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuk dirinya dan keturunannya agar dijadikan sebagai kaum muslimin. QS.2.Al-Baqarah 132-133 menceritakan tentang agama para Nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan Yusuf, 'alaihimis salaam, adalah Islam. QS.10.Yunus : 84 dan QS.7.Al-A'raaf : 125-126 mengabarkan bahwa Nabi Musa AS dan pengikutnya beragama Islam. QS.27.An-Naml : 15-44 menginformasikan bahwa Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS beserta umatnya memeluk agama Islam. QS.5.Al-Maa-idah : 111 menyebutkan pernyataan Nabi 'Isa AS tentang agama yang dianutnya adalah Islam.
Apalagi terhadap kewajiban penerapan Hukum Allah SWT, kaum Liberal tidak peduli sama sekali dengan dalih "substansialistis" yaitu cukup ambil maknanya saja. Padahal, QS.5.Al-Maa-idah 44 - 51 sangat jelas memaparkan petunjuk ilahi tentang kewajiban tersebut. Dalam ayat 44 dan 45, Allah SWT menginformasikan tentang umat Nabi Musa AS yang berkewajiban menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Taurat. Dan dalam ayat 46 dan 47, Allah SWT menginformasikan tentang umat Nabi 'Isa AS yang berkewajiban menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Injil. Sedang dalam ayat 48 dan 49, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk menerapkan Hukum Allah SWT yang tertuang dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Ada pun ayat 50, merupakan teguran keras Allah SWT terhadap mereka yang berpaling dari pada Hukum Allah SWT, sekaligus pernyataan ilahi bahwasanya tidak ada hukum siapa pun yang lebih baik dari pada Hukum Allah SWT. Lalu ayat 51, berisi larangan mengangkat orang kafir sebagai pemimpin orang beriman.
Berkaitan dengan ayat-ayat tersebut, Asy-Syahid Sayyid Quthb dalam tafsir "Fii Zhilal Al-Qur'an" juz 6 hal.901 menyatakan : "Kafir karena menolak ketuhanan Allah yang tercermin dalam penolakan Syariah-Nya. Dan Zalim karena membawa manusia kepada selain Syariah Allah, dan menyebar kerusakan dalam kehidupan mereka. Serta Fasiq karena sudah keluar dari aturan Allah dan mengikut selain jalan-Nya." DR. mushthofa Al-Khin dan Syeikh Muhyiddin Daib Mastu dalam kitab "Al-'Aqidah Al-Islamiyyah" hal.581 menuliskan :
"Sesungguhnya hukum atas orang yang tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah dengan Kekafiran, Kezaliman dan Kefasiqan, hanyalah berlaku atas para pengingkar terhadap kekuasaan ilahi dalam pembuatan hukum, atau para penghina terhadap kekuasaan hukum ilahi itu." Di Indonesia, Prof. Hamka dalam tafsir "Al-Azhar" juz 2 hal.263 menyatakan : "Dan Kufur, Zhulm dan Fasiqlah kita kalau kita percaya bahwa ada hukum lain yang lebih baik dari pada Hukum Allah." Dan Prof. DR. Quraisy Syihab dalam tafsir "Al-Misbah" juz 3 hal. 106 menyatakan : "Betapa pun, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa ayat ini menegaskan bahwa siapa pun - tanpa kecuali - jika melecehkan hukum-hukum Allah atau enggan menerapkannya karena tidak mengakuinya, maka dia adalah kafir, yakni keluar dari agama Islam."
Sungguh kaum Liberal telah "Shummun Bukmun 'Umyun" dari ajaran agama Islam yang benar. Na'udzu billaahi min dzaalik.
LIBERAL DAN ISLAM ANTI KEKERASAN
Langganan:
Postingan (Atom)